Pelatihan Sablon Bersama Sanggar Sadar Karir dan Profesi

IMG-20170527-WA0008.jpg

Bertempat di Balai Desa Hargomulyo, Kokap, Sanggar Sadar Karir dan Profesi (Sakasi) bekerja sama dengan Karang Taruna Kusuma Sakti Desa Hargomulyo menyelenggarakan Pelatihan Keterampilan Sablon pada tanggal 27-28 Mei 2017. Pada pelatihan diisi oleh Mas Wahyu, pengusaha sablon dari Girimulyo, Kulon Progo.

Pelatihan kali ini dinisiasi oleh Sanggar Sadar Karir dan Profesi bentukan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta. Sanggar ini sendiri merupakan program teman-teman mahasiswa tersebut untuk Pekan Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengembangan Masyarakat Universitas Negeri Yogyakarta.

Dalam kegiatan ini peserta diberikan pengetahuan tentang proses sablon, mulai dari proses pengolesan emulsi pada screen printing, afdruk desain pada screen printing, proses sablon pada media kaos, sampai dengan finishing. Selain itu pemateri juga memberikan pengetahuan tentang perawatan alat sablon dan motivasi tentang usaha sablon.

IMG-20170528-WA0001.jpg

Pemuda Karang Taruna Tunas Manunggal pun turut ambil bagian dalam kegiatan bermanfaat ini sebagai peserta. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini meskipun dilaksanakan pada bulan puasa. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktekkan materi yang disampaikan.

Sebagai penutup kegiatan, Sanggar Sakasi juga memberikan alat sablon yang diberikan secara simbolis kepada perwakilan Karang Taruna Kusuma Sakti agar bisa dimanfaatkan pemuda Desa Hargomulyo, khususnya di tingkat karang taruna unit.

Setelah kegiatan ini, rencananya Sanggar Sakasi juga akan menyelenggarakan Workshop tentang Sadar Karir di Era Globalisasi dan Pelatihan Membatik pada awal bulan Juni 2017.

 

SALAM ADHITYA KARYA MAHATVA YODHA

We are The Inspiring Generation

Melirik Peluang Usaha Budidaya Ayam Jawa Super

IMG_20160601_133250

Berbicara budidaya hewan, budidaya ayam bisa menjadi salah satu pilihan yang memiliki peluang cukup luas. Jika ditekuni, bisnis ini akan menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit.

Di antara budidaya ayam yang selama ini marak, budidaya ayam Jawa Super adalah pilihan tepat karena ayam jenis ini masih agak jarang untuk dibudidayakan. Padahal ayam ini memiliki masa pertumbuhan relatif lebih  cepat dibanding ayam kampung biasa yaitu berkisar 40 – 60 hari, sehingga pada  usia tersebut ayam sudah siap dipanen. Ayam ini ditemukan melalui persilangan antara ayam ras dengan ayam kampung, jadi ayam jenis ini bisa digolongkan keturunan ayam kampung.

Ada beberapa alasan budidaya ayam Jawa Super bisa menjadi pilihan dalam mengembangkan bisnis (dilansir dari ayamhiasjogja.wordpress.com):

  1. Ayam Kampung Super atau ayam Jawa Super rasa dagingnya lebih gurih.
  2. Harga ayam jawa super lebih mahal.
  3. Ayam jawa super lebih tahan penyakit, karena sifat genetiknya yang memang lebih tahan terhadap penyakit.
  4. Daging ayam jawa super lebih sehat, banyak masyarakat yang memilih daging ayam kampung sebagai konsumsinya, karena ayam ini memiliki kandungan gizi yang baik dan kadar lemaknya juga rendah. Mengapa demikian karena pakan ayam kampung yang lebih banyak yang berbahan alami.
  5. Pertumbuhannya juga cepat, kurang lebih kita merawat ayam ini kita sudah dapat memanen hasilnya.
  6. Biaya produksi atau perawaran yang relatif lebih murah.

Melihat keunggulan tersebut tentunya kita akan semakin terdorong untuk membudidayakannya. Terlebih lagi tahun 2019 NYIA (New Yogyakarta International Airport) sudah mulai beroperasi, sehingga peluang ini seharusnya kita manfaatkan sebaik mungkin.

Di Dusun Tapen sendiri sudah ada rekan-rekan Karang Taruna Tunas Manunggal yang menekuni usaha ini, semoga ke depannya banyak rekan-rekan lain, bahkan warga Dusun Tapen yang ikut membudidayakan ayam jenis ini.

SALAM ADITYA KARYA MAHATVAYODHA

We Are Inspiring Generation

Penulis : Amin Nugroho

Referensi : https://ayamhiasjogja.wordpress.com/2015/12/13/5-keunggulan-ayam-jawa-super-sebagai-peluang-usaha-dalam-bidang-peternakan-ayam/

Bersiapkah untuk ‘Terbang’?

desain-bandara-kulonprogo-553x400.jpg

Gambar: Salah Satu Master Plan NYIA Kulon Progo

Kabupaten Kulon Progo semakin mantap menyongsong perubahan. Tidak lama lagi Kabupaten Kulon Progo akan memiliki bandara, menggantikan Bandara Adi Sucipto di Kota Yogyakarta. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada Groundbreaking pembangunan New Yogyakarta International Airport tanggal 27 Februari 2017 kemarin mengharapkan Maret 2019 bandara ini sudah bisa beroperasi (Tribunnews.com). Hal ini mengingat kapasitas Bandara Adi Sucipto sudah tidak bisa menampung penumpang lagi yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Bukan itu saja, wilayah Kulon Progo sebelah timur akan dikembangkan sebagai kawasan industri. Selain itu Program Bedah Menoreh juga mampu meratakan denyut perekonomian di Kulon Progo, khususnya wilayah utara. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya tempat wisata baru di wilayah Kokap, Samigaluh, dan Girimulyo. Bisa dibayangkan ke depannya urat ekonomi di Kulon Progo akan terasa lebih berdenyut merata di semua wilayah.

Menjadi sebuah pertanyaan besar, ketika ‘pintu gerbangnya’ DIY semakin maju, apakah warganya juga ikut maju? Atau lebih puitisnya kita mau jadi penonton atau yang ditonton? Pertanyaan ini harus selalu kita renungkan dan dijawab dalam aksi nyata. Kesempatan emas ini tentu perlu kita sikapi dengan mengembangkan segala potensi, bukan hanya sekedar melihat pesawat terbang yang setiap hari landing dan take off saja ke depannya.

Di sinilah kita, khususnya warga Dusun Tapen dan warga Desa Hargomulyo, bahkan Kulon Progo umumnya untuk menempa diri membuka peluang di sini, karena ke depannya pertarungan akan semakin sengit, tak bisa dipungkiri jika akan ada banyak pendatang dan investor yang ikut pula mengais rejeki di bumi Nyi Ageng Serang.

Kaitannya dengan pemuda, pemuda yang tergabung dalam wadah karang taruna harus memiliki sense of crissis dalam menyongsong perkembangan Kulon Progo. Admin dalam satu waktu pernah berdiskusi, bahwa pemuda hendaknya merantau untuk menempa diri dan pulang membangun desanya. Pemuda  di wilayah Dusun Tapen dan Kulon Progo hendaknya bisa berinisiatif lewat mendirikan kelompok usaha ekonomi produktif, atau mengabdikan ilmu yang didapatnya selama belajar di bangku sekolah atau kuliah, sehingga peran pemuda terus berlanjut dalam mengamalkan ilmunya untuk mengabdikan diri demi kemajuan bangsa dan agama.

Namun begitu, gelora semangat pemuda untuk menyongsong perubahan positif juga harus didukung oleh orang tua yang visioner dan mau menghargai mereka. Kita sudah mahfum jika tonggak pembangunan ada pada pemudanya. Jangan sampai orang tua membiarkan tunas-tunas ini layu sebelum berkembang. Di sini memerlukan kesadaran dan kesepahaman bersama untuk sejenak mengesampingkan ego masing-masing, sama-sama legowo bahwa perbedaan akan mewarnai indahnya perubahan.

Terlepas dari pro dan kontra pembangunan mega proyek, kita sebagai warga Kulon Progo tetap harus bersyukur dengan keberadaan pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia. Meskipun dalam perjalanan selama ini ada hambatan, alangkah bijaknya kita mencoba positive thinking dengan kebijakan pemerintah.

Akhirnya kita warga Kulon Progo, khususnya pemuda karang taruna dan segenap warga Dusun Tapen Desa Hargomulyo membahu bersama menyongsong perubahan, hingga akhirnya kita semua bersiap untuk ‘terbang’ menggapai masa depan cerah. So kita siap ‘terbang’ kan?

SALAM ADITYA KARYA MAHATVA YODHA

We are The Inspiring Generation

Penulis : Amin Nugroho (Anggota Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Kerohanian Karang Taruna Tunas Manunggal)

Referensi

http://jogja.tribunnews.com/2017/01/27/realtime-news-jokowi-minta-pembangunan-bandara-kulonprogo-selesai-maret-2019

SOSIALISASI DONOR DARAH DUSUN TAPEN

banner promosi

Karang Taruna Tunas Manunggal Unit Tapen bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo dan KKN UPN “Veteran” Yogyakarta 2016 akan mengadakan acara Sosialisasi Donor Darah dengan tema “Darahku, Sehatku, Sosialku”. Acara ini rencananya akan diadakan pada tanggal 31 Juli 2016 pukul 08.30 sampai dengan selesai di Kompleks Masjid Al-Huda Tapen, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo.

Acara ini nantinya juga akan dimeriahkan dengan Bazar Murah dan Lomba Mewarnai Tingkat PAUD Se-Desa Hargomulyo. Menurut Muhammad Latif selaku Ketua Karang Taruna Tunas Manunggal, acara ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat. Dengan adanya acara ini pula diharapkan bisa menambah data bank darah, jadi bagi masyarakat khususnya masyarakat Dusun Tapen tidak perlu kesulitan lagi ketika mencari pendonor darah. Selain itu acara ini juga sebagai ajang unjuk kreativitas bagi anak PAUD se-Desa Hargomulyo.

Sebelumnya Karangtaruna Tunas Manunggal pernah mengadakan acara serupa, sehingga harapannya acara ini bisa menjadi agenda rutin bagi Karangtaruna Tunas Manunggal sekaligus sebagai stimulus bagi karangtaruna unit lain yang ada di Desa Hargomulyo.

 

SALAM ADITYA KARYA MAHATVAYODHA

_We Are Inspiring Generation _

PEMUDA DAN PENGEMBANGAN DUSUN TAPEN

low poly soekarnoSoekarno pernah berkata,”Seribu orang tua bisa bermimpi, SATU ORANG PEMUDA bisa mengubah dunia”. Semua orang pasti mengamini apa yang disampaikan oleh beliau. Pemuda yang di dalam dada dan pikirnya memiliki semangat yang menggelegak. Dalam semangatnya itu terpancar ide-ide yang tidak hanya gila, tetapi juga liar. Oleh karena itu jika disalurkan di jalur yang benar, energi tersebut pastinya akan menggerakkan dirinya untuk melakukan suatu perubahan yang positif.

Energi yang ada dalam pemuda ini akan sangat terolah dengan baik jika dalam diri pemuda ini memiliki kepekaan terhadap fenomena yang ada di sekitarnya. Mahfum jika kemudian pemuda akan cenderung merespon fenomena di sekitarnya. Respon ini bergantung dari prinsip dari pemuda ini, sejauh mana sense of crissis dalam dirinya menggerakkan lakunya.

Dalam kaitan pengembangan desa, rasa inilah yang kemudian ditangkap olehnya terhadap kondisi lingkungan di daerah terhadap dirinya. Dalam kehidupan masyarakat khususnya di pedesaan, banyak sekali permasalahan sosial yang muncul, mulai dari masalah ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Mari kita kupas satu-satu.

Dalam kehidupan pedesaan, permasalahan ekonomi masih menjadi salah satu yang penyebab kemiskinan. Sebagian besar warganya – khususnya pemuda itu sendiri – sebagian memilih merantau untuk mencukupi kebutuhan ekonominya. Akibatnya permasalahan yang ada tidak sepenuhnya bisa selesai, sehingga kreativitas masyarakat desa untuk mengolah potensi minimal yang ada di desanya menjadi suatu keharusan.

Permasalahan sosial – budaya yang ada pun menjadi tak kalah menarik untuk dikaji. Perkembangan teknologi yang begitu pesat membawa perubahan pada pola tingkah laku warganya. Tak sedikit kita temui masyarakat desa yang bertutur dan bertingkah laku ‘a la kota’. Bisa ditebak jika kearifan lokal yang selama ini mengakar kuat tercerabut perlahan. Akibatnya norma sosial seringkali ditabrak begitu saja.

Kemudian permasalahan lingkungan bisa kita temui dengan kurangnya kesadaran akan kearifan dalam menyikapi alam di sekitar. Pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi PR yang harus segera diselesaikan.

Melihat ketiga point ini, peran pemuda menjadi sangat penting dalam menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan tempat ia tinggal, dalam hal ini lingkungan pedesaan. Jika sebagian besar pemuda terburu-buru atau memiliki prinsip ingin merantau saja daripada hidup di desa, sebagian masalah itu tidak bisa terselesaikan secara cepat dan tepat.

Seringkali kita mendengar bahwa hidup di desa mau dapat uang berapa. Mungkin pernyataan itu ada benarnya, tetapi jika kita mau mengulik lebih dalam, lingkungan tempat tinggal pastinya menyimpan beragam potensi yang sangat bisa dikembangkan. Tanpa bermaksud menyudutkan satu pihak, merantau memang menjanjikan, tapi akan lebih baik jika selama dia merantau diharapkan juga mampu berkontribusi positif bagi lingkungan tempat ia tinggal.

Kalau kita coba mengurucutkan (dan mulai ‘nyebut merk’) tak sedikit pemuda Dusun Tapen yang merantau. Suatu harapan bahwa semua pemuda tetap memiliki kepedulian terhadap pengembangan Dusun Tapen sendiri, di sinilah sumbangan baik materi dan ide menjadi senjata bagi kemajuan Dusun Tapen sendiri. Bagi yang tidak merantau, kekayaan alam yang Tuhan karuniakan di Dusun Tapen begitu besar dan sangatlah sayang jika tidak dikembangkan. Kondisi alam Dusun Tapen yang terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi menyimpan potensi yang luar biasa. Sektor pertanian, peternakan, industri, dan pariwisata merupakan sektor yang bisa dikembangkan.

Sangat membanggakan jika saat ini banyak pemuda Dusun Tapen yang mencoba mengembangkan perekonomian di dusunnya sendiri, seperti usaha beternak ayam, ikan air tawar, atau bertani. Belum lama ini pemuda Dusun Tapen mencoba mengeksplorasi potensi alam di daerah perbukitan untuk bisa dikembangkan ke arah sektor pariwisata dan hasilnya ada beberapa tempat yang potensial untuk dikembangkan ke arah sana. Dari perbukitan di Dusun Tapen kita bisa menikmati sawah yang membentang luas, jalan raya dan rel kereta api, pepohonan yang rimbun, bahkan ombak pantai selatan dapat terlihat dengan jelas. Terlebih lagi Dusun Tapen terletak di paling barat Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan Propinsi jawa Tengah, sehingga tak salah jika menyebut Dusun Tapen adalah salah satu gerbang masuknya Daerah Istimewa Yogyakarta dari arah barat.

13631626_10201887083416485_1247175225236463182_n

Melihat hal ini perlu kreativitas dan kerja keras bersama untuk mengembangkan Dusun Tapen ke arah yang lebih baik. Apa pun pilihannya entah merantau atau tetap tinggal, harapannya kontribusi pemuda sangat dinantikan. Dusun Tapen harus berkembang tanpa meninggalkan jati diri ketimurannya. Semangat membangun ini harus dikembangkan terus-menerus agar ketiga permasalahan di atas dapat teratasi. Selamat Berkontribusi Wahai Pemuda.

 

Salam Aditya Karya Mahatvayodha

Penulis : Amin Nugroho (Anggota Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Kerohanian Karang Taruna Tunas Manunggal)

Selamat Idul Fitri 1437 H

13580539_10201863196819335_3561379920627754170_o

Kami segenap keluarga besar Karangtaruna Tunas Manunggal Dusun Tapen, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1437 H”. Taqabbalallahu wa minna wa minkum, semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita, dan menjadikan kita kembali fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Salam Aditya Karya Mahatvayodha

Buka Puasa Bersama Megaswara FM dan Mountea

4Pada momen buka puasa tanggal 22 Juni 2016 tampak berbeda bagi jamaah Masjid Al-Huda Dusun Tapen, Hargomulyo, Kokap. Pasalnya, pada acara buka bersama ini Takmir Masjid Al-Huda dan Karang Taruna Tunas Manunggal menjalin kerjasama dengan Mountea dan Radio Megaswara Yogyakarta. Acara buka bersama yang dihadiri oleh jamaah Masjid Al-Huda dan Bapak Dukuh Tapen Eko Haryanto ini disiarkan pula oleh Radio Megaswara di frekuensi 93,8 FM. Tausyiah menjelang buka puasa diisi oleh Ustadz Dalharnuri yang membahas tentang Ramadhan.