Melirik Peluang Usaha Budidaya Ayam Jawa Super

IMG_20160601_133250

Berbicara budidaya hewan, budidaya ayam bisa menjadi salah satu pilihan yang memiliki peluang cukup luas. Jika ditekuni, bisnis ini akan menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit.

Di antara budidaya ayam yang selama ini marak, budidaya ayam Jawa Super adalah pilihan tepat karena ayam jenis ini masih agak jarang untuk dibudidayakan. Padahal ayam ini memiliki masa pertumbuhan relatif lebih  cepat dibanding ayam kampung biasa yaitu berkisar 40 – 60 hari, sehingga pada  usia tersebut ayam sudah siap dipanen. Ayam ini ditemukan melalui persilangan antara ayam ras dengan ayam kampung, jadi ayam jenis ini bisa digolongkan keturunan ayam kampung.

Ada beberapa alasan budidaya ayam Jawa Super bisa menjadi pilihan dalam mengembangkan bisnis (dilansir dari ayamhiasjogja.wordpress.com):

  1. Ayam Kampung Super atau ayam Jawa Super rasa dagingnya lebih gurih.
  2. Harga ayam jawa super lebih mahal.
  3. Ayam jawa super lebih tahan penyakit, karena sifat genetiknya yang memang lebih tahan terhadap penyakit.
  4. Daging ayam jawa super lebih sehat, banyak masyarakat yang memilih daging ayam kampung sebagai konsumsinya, karena ayam ini memiliki kandungan gizi yang baik dan kadar lemaknya juga rendah. Mengapa demikian karena pakan ayam kampung yang lebih banyak yang berbahan alami.
  5. Pertumbuhannya juga cepat, kurang lebih kita merawat ayam ini kita sudah dapat memanen hasilnya.
  6. Biaya produksi atau perawaran yang relatif lebih murah.

Melihat keunggulan tersebut tentunya kita akan semakin terdorong untuk membudidayakannya. Terlebih lagi tahun 2019 NYIA (New Yogyakarta International Airport) sudah mulai beroperasi, sehingga peluang ini seharusnya kita manfaatkan sebaik mungkin.

Di Dusun Tapen sendiri sudah ada rekan-rekan Karang Taruna Tunas Manunggal yang menekuni usaha ini, semoga ke depannya banyak rekan-rekan lain, bahkan warga Dusun Tapen yang ikut membudidayakan ayam jenis ini.

SALAM ADITYA KARYA MAHATVAYODHA

We Are Inspiring Generation

Penulis : Amin Nugroho

Referensi : https://ayamhiasjogja.wordpress.com/2015/12/13/5-keunggulan-ayam-jawa-super-sebagai-peluang-usaha-dalam-bidang-peternakan-ayam/

Bersiapkah untuk ‘Terbang’?

desain-bandara-kulonprogo-553x400.jpg

Gambar: Salah Satu Master Plan NYIA Kulon Progo

Kabupaten Kulon Progo semakin mantap menyongsong perubahan. Tidak lama lagi Kabupaten Kulon Progo akan memiliki bandara, menggantikan Bandara Adi Sucipto di Kota Yogyakarta. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada Groundbreaking pembangunan New Yogyakarta International Airport tanggal 27 Februari 2017 kemarin mengharapkan Maret 2019 bandara ini sudah bisa beroperasi (Tribunnews.com). Hal ini mengingat kapasitas Bandara Adi Sucipto sudah tidak bisa menampung penumpang lagi yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Bukan itu saja, wilayah Kulon Progo sebelah timur akan dikembangkan sebagai kawasan industri. Selain itu Program Bedah Menoreh juga mampu meratakan denyut perekonomian di Kulon Progo, khususnya wilayah utara. Hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya tempat wisata baru di wilayah Kokap, Samigaluh, dan Girimulyo. Bisa dibayangkan ke depannya urat ekonomi di Kulon Progo akan terasa lebih berdenyut merata di semua wilayah.

Menjadi sebuah pertanyaan besar, ketika ‘pintu gerbangnya’ DIY semakin maju, apakah warganya juga ikut maju? Atau lebih puitisnya kita mau jadi penonton atau yang ditonton? Pertanyaan ini harus selalu kita renungkan dan dijawab dalam aksi nyata. Kesempatan emas ini tentu perlu kita sikapi dengan mengembangkan segala potensi, bukan hanya sekedar melihat pesawat terbang yang setiap hari landing dan take off saja ke depannya.

Di sinilah kita, khususnya warga Dusun Tapen dan warga Desa Hargomulyo, bahkan Kulon Progo umumnya untuk menempa diri membuka peluang di sini, karena ke depannya pertarungan akan semakin sengit, tak bisa dipungkiri jika akan ada banyak pendatang dan investor yang ikut pula mengais rejeki di bumi Nyi Ageng Serang.

Kaitannya dengan pemuda, pemuda yang tergabung dalam wadah karang taruna harus memiliki sense of crissis dalam menyongsong perkembangan Kulon Progo. Admin dalam satu waktu pernah berdiskusi, bahwa pemuda hendaknya merantau untuk menempa diri dan pulang membangun desanya. Pemuda  di wilayah Dusun Tapen dan Kulon Progo hendaknya bisa berinisiatif lewat mendirikan kelompok usaha ekonomi produktif, atau mengabdikan ilmu yang didapatnya selama belajar di bangku sekolah atau kuliah, sehingga peran pemuda terus berlanjut dalam mengamalkan ilmunya untuk mengabdikan diri demi kemajuan bangsa dan agama.

Namun begitu, gelora semangat pemuda untuk menyongsong perubahan positif juga harus didukung oleh orang tua yang visioner dan mau menghargai mereka. Kita sudah mahfum jika tonggak pembangunan ada pada pemudanya. Jangan sampai orang tua membiarkan tunas-tunas ini layu sebelum berkembang. Di sini memerlukan kesadaran dan kesepahaman bersama untuk sejenak mengesampingkan ego masing-masing, sama-sama legowo bahwa perbedaan akan mewarnai indahnya perubahan.

Terlepas dari pro dan kontra pembangunan mega proyek, kita sebagai warga Kulon Progo tetap harus bersyukur dengan keberadaan pembangunan salah satu bandara terbesar di Indonesia. Meskipun dalam perjalanan selama ini ada hambatan, alangkah bijaknya kita mencoba positive thinking dengan kebijakan pemerintah.

Akhirnya kita warga Kulon Progo, khususnya pemuda karang taruna dan segenap warga Dusun Tapen Desa Hargomulyo membahu bersama menyongsong perubahan, hingga akhirnya kita semua bersiap untuk ‘terbang’ menggapai masa depan cerah. So kita siap ‘terbang’ kan?

SALAM ADITYA KARYA MAHATVA YODHA

We are The Inspiring Generation

Penulis : Amin Nugroho (Anggota Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Kerohanian Karang Taruna Tunas Manunggal)

Referensi

http://jogja.tribunnews.com/2017/01/27/realtime-news-jokowi-minta-pembangunan-bandara-kulonprogo-selesai-maret-2019