SOSIALISASI DONOR DARAH DUSUN TAPEN

banner promosi

Karang Taruna Tunas Manunggal Unit Tapen bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia Kabupaten Kulon Progo dan KKN UPN “Veteran” Yogyakarta 2016 akan mengadakan acara Sosialisasi Donor Darah dengan tema “Darahku, Sehatku, Sosialku”. Acara ini rencananya akan diadakan pada tanggal 31 Juli 2016 pukul 08.30 sampai dengan selesai di Kompleks Masjid Al-Huda Tapen, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo.

Acara ini nantinya juga akan dimeriahkan dengan Bazar Murah dan Lomba Mewarnai Tingkat PAUD Se-Desa Hargomulyo. Menurut Muhammad Latif selaku Ketua Karang Taruna Tunas Manunggal, acara ini sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat. Dengan adanya acara ini pula diharapkan bisa menambah data bank darah, jadi bagi masyarakat khususnya masyarakat Dusun Tapen tidak perlu kesulitan lagi ketika mencari pendonor darah. Selain itu acara ini juga sebagai ajang unjuk kreativitas bagi anak PAUD se-Desa Hargomulyo.

Sebelumnya Karangtaruna Tunas Manunggal pernah mengadakan acara serupa, sehingga harapannya acara ini bisa menjadi agenda rutin bagi Karangtaruna Tunas Manunggal sekaligus sebagai stimulus bagi karangtaruna unit lain yang ada di Desa Hargomulyo.

 

SALAM ADITYA KARYA MAHATVAYODHA

_We Are Inspiring Generation _

PEMUDA DAN PENGEMBANGAN DUSUN TAPEN

low poly soekarnoSoekarno pernah berkata,”Seribu orang tua bisa bermimpi, SATU ORANG PEMUDA bisa mengubah dunia”. Semua orang pasti mengamini apa yang disampaikan oleh beliau. Pemuda yang di dalam dada dan pikirnya memiliki semangat yang menggelegak. Dalam semangatnya itu terpancar ide-ide yang tidak hanya gila, tetapi juga liar. Oleh karena itu jika disalurkan di jalur yang benar, energi tersebut pastinya akan menggerakkan dirinya untuk melakukan suatu perubahan yang positif.

Energi yang ada dalam pemuda ini akan sangat terolah dengan baik jika dalam diri pemuda ini memiliki kepekaan terhadap fenomena yang ada di sekitarnya. Mahfum jika kemudian pemuda akan cenderung merespon fenomena di sekitarnya. Respon ini bergantung dari prinsip dari pemuda ini, sejauh mana sense of crissis dalam dirinya menggerakkan lakunya.

Dalam kaitan pengembangan desa, rasa inilah yang kemudian ditangkap olehnya terhadap kondisi lingkungan di daerah terhadap dirinya. Dalam kehidupan masyarakat khususnya di pedesaan, banyak sekali permasalahan sosial yang muncul, mulai dari masalah ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan. Mari kita kupas satu-satu.

Dalam kehidupan pedesaan, permasalahan ekonomi masih menjadi salah satu yang penyebab kemiskinan. Sebagian besar warganya – khususnya pemuda itu sendiri – sebagian memilih merantau untuk mencukupi kebutuhan ekonominya. Akibatnya permasalahan yang ada tidak sepenuhnya bisa selesai, sehingga kreativitas masyarakat desa untuk mengolah potensi minimal yang ada di desanya menjadi suatu keharusan.

Permasalahan sosial – budaya yang ada pun menjadi tak kalah menarik untuk dikaji. Perkembangan teknologi yang begitu pesat membawa perubahan pada pola tingkah laku warganya. Tak sedikit kita temui masyarakat desa yang bertutur dan bertingkah laku ‘a la kota’. Bisa ditebak jika kearifan lokal yang selama ini mengakar kuat tercerabut perlahan. Akibatnya norma sosial seringkali ditabrak begitu saja.

Kemudian permasalahan lingkungan bisa kita temui dengan kurangnya kesadaran akan kearifan dalam menyikapi alam di sekitar. Pengelolaan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi PR yang harus segera diselesaikan.

Melihat ketiga point ini, peran pemuda menjadi sangat penting dalam menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan tempat ia tinggal, dalam hal ini lingkungan pedesaan. Jika sebagian besar pemuda terburu-buru atau memiliki prinsip ingin merantau saja daripada hidup di desa, sebagian masalah itu tidak bisa terselesaikan secara cepat dan tepat.

Seringkali kita mendengar bahwa hidup di desa mau dapat uang berapa. Mungkin pernyataan itu ada benarnya, tetapi jika kita mau mengulik lebih dalam, lingkungan tempat tinggal pastinya menyimpan beragam potensi yang sangat bisa dikembangkan. Tanpa bermaksud menyudutkan satu pihak, merantau memang menjanjikan, tapi akan lebih baik jika selama dia merantau diharapkan juga mampu berkontribusi positif bagi lingkungan tempat ia tinggal.

Kalau kita coba mengurucutkan (dan mulai ‘nyebut merk’) tak sedikit pemuda Dusun Tapen yang merantau. Suatu harapan bahwa semua pemuda tetap memiliki kepedulian terhadap pengembangan Dusun Tapen sendiri, di sinilah sumbangan baik materi dan ide menjadi senjata bagi kemajuan Dusun Tapen sendiri. Bagi yang tidak merantau, kekayaan alam yang Tuhan karuniakan di Dusun Tapen begitu besar dan sangatlah sayang jika tidak dikembangkan. Kondisi alam Dusun Tapen yang terdiri dari dataran rendah dan dataran tinggi menyimpan potensi yang luar biasa. Sektor pertanian, peternakan, industri, dan pariwisata merupakan sektor yang bisa dikembangkan.

Sangat membanggakan jika saat ini banyak pemuda Dusun Tapen yang mencoba mengembangkan perekonomian di dusunnya sendiri, seperti usaha beternak ayam, ikan air tawar, atau bertani. Belum lama ini pemuda Dusun Tapen mencoba mengeksplorasi potensi alam di daerah perbukitan untuk bisa dikembangkan ke arah sektor pariwisata dan hasilnya ada beberapa tempat yang potensial untuk dikembangkan ke arah sana. Dari perbukitan di Dusun Tapen kita bisa menikmati sawah yang membentang luas, jalan raya dan rel kereta api, pepohonan yang rimbun, bahkan ombak pantai selatan dapat terlihat dengan jelas. Terlebih lagi Dusun Tapen terletak di paling barat Daerah Istimewa Yogyakarta yang berbatasan langsung dengan Propinsi jawa Tengah, sehingga tak salah jika menyebut Dusun Tapen adalah salah satu gerbang masuknya Daerah Istimewa Yogyakarta dari arah barat.

13631626_10201887083416485_1247175225236463182_n

Melihat hal ini perlu kreativitas dan kerja keras bersama untuk mengembangkan Dusun Tapen ke arah yang lebih baik. Apa pun pilihannya entah merantau atau tetap tinggal, harapannya kontribusi pemuda sangat dinantikan. Dusun Tapen harus berkembang tanpa meninggalkan jati diri ketimurannya. Semangat membangun ini harus dikembangkan terus-menerus agar ketiga permasalahan di atas dapat teratasi. Selamat Berkontribusi Wahai Pemuda.

 

Salam Aditya Karya Mahatvayodha

Penulis : Amin Nugroho (Anggota Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Kerohanian Karang Taruna Tunas Manunggal)

Selamat Idul Fitri 1437 H

13580539_10201863196819335_3561379920627754170_o

Kami segenap keluarga besar Karangtaruna Tunas Manunggal Dusun Tapen, Hargomulyo, Kokap, Kulon Progo mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1437 H”. Taqabbalallahu wa minna wa minkum, semoga Allah SWT menerima ibadah puasa kita, dan menjadikan kita kembali fitri. Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Salam Aditya Karya Mahatvayodha