Growol dan Alternatif Solusi Pangan di Kulon Progo

growolBagi masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan, khususnya Kulon Progo, panganan satu ini tentu sudah tidak asing lagi. Makanan yang memiliki citarasa gurih ini dapat anda cari di pasar-pasar tradisional di Kulon Progo. Makanan ini akan bertambah nikmat disantap jika disandingkan dengan serundeng, tempe benguk, kethak, sambal atau yang lainnya.

Namun tahukah anda, ternyata makanan ini sudah ada sangat lama. Dalam Serat Centhini yang ditulis pada 1814 menceritakan makanan sayur besengek, umumnya sayur ini dihidangkan dengan nasi, namun oleh masyarakat Kulon Progo sayur ini ditemani oleh growol. Kebiasaan ini masih dipelihara warga Kulon Progo hingga sekarang, selain sayur besengek growol juga kerap ditemani pentho yang berbahan baku kelapa muda dan telur, sedangkan kethak yang berbahan baku endapan dari pengolahan minyak kelapa.

Proses pembuatan growol ini merupakan bukti keahlian fermentasi yang berkembang masa lalu. Secara sederhana, bahan dasar growol yakni singkong diambil buahnya, kemudian dipsahkan dari akar buahnya, rendam menggunakan air bersih sekitar dua-tiga hari hingga menjadi pati. Proses selanjutnya adalah pembilasan sebanyak tiga sampai empat kali, yang bertujuan supaya bersih dan bau pati hilang. Kemudian kandungan air pada pati dihilangkan agar growol dapat bertahan tiga atau empat hari. Setelah itu, pencacahan, perebusan selama lima belas hingga dua puluh menit, dan pencetakan. Alas cetaknya adalah daun pisang yang telah direbus terlebih dahulu sehingga growol tidak lengket dengan daun pisangnya.

Berbicara masalah khasiat, dalam sebuah penelitian growol dapat mencegah dari penyakit diare. Di Indonesia diare masih menjadi masalah kesehatan dan penyakit ini dapat terjadi pada semua golongan usia.  Salah satu penyebab diare yaitu infeksi bakteri patogen di saluran cerna. Beberapa bakteri patogen penyebab diare antara lain Escherichia coli, Shigella sp., Salmonella sp., dan Helicobacter pylori. Selama perendaman ini terjadi fermentasi alami, berbagai jenis mikrobia yang tumbuh pada awal fermentasi adalah Coryneform, Streptococcus,Bacillus, Actinobacter, yang selanjutnya diikuti oleh Lactobacillus dan yeast sampai akhir fermentasi. Selama proses fermentasi, bakteri asam laktat yang paling dominan tumbuh, bakteri tersebut bersifat anaerob, amilolitik dan fermentatif. Jumlah bakteri asam laktat pada growol tiap gramnya sebesar 1,64 x 108.

Kemudian, pada penelitian epidemiologi yang melibatkan sekitar 472 anak berusia 1-5 tahun di Kabupaten Kulonprogo menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi growol dengan angka kejadian diare. Semakin tinggi frekuensi konsumsi growol, semakin kecil kemungkinan terkena diare. Untuk dapat mencegah kejadian diare, frekuensi konsumsi growol sebaiknya minimal 6,4 kali/minggu atau rutin setiap hari dikonsumsi. Responden yang tidak mengonsumsi growol mempunyai kemungkinan menderita diare sebesar 47,4% dibandingkan responden yang mengonsumsi growol.

Namun makanan yang memiliki manfaat ini sudah jarang dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini karena keuntungan yang didapat dari penjualan tidak sebanding dengan biaya produksi. Pada umumnya pun masyarakat yang membeli dan mengonsumsi makanan ini rata-rata di atas 45 tahun.

Oleh karena, tentu menjadi perhatian kita bersama, khususnya warga Dusun Tapen untuk mempertahankan kearifan lokal dengan mengonsumsi makanan ini. Terlebih lagi banyak warga Dusun Tapen yang berprofesi sebagai pembuat panganan ini. Tentu ini menjadi tantangan tersendiri dalam mempertahankan kuliner lokal agar tidak tenggelam oleh zaman.

 

 

*Diolah dari berbagai sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s